Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Pengertian Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah : kepemimpinan sebagai nilai atau kualitas, bukan pengetahuan tentang manajemen sumber daya manusia. Mungkin akn lebih tepat kalau disebut sebagai “kepeloporan” sedangkan pemimpin adalah orang yang menunjukan arah. Seseorang yang memiliki jiwa kepemimpinan akan selalu tahu arah yang harus dimbil. Keputusan-keputusanya mantap dan didasari oleh keyakinan diri disertai data-data dan informasi yang akurat.

Dalam dunia usaha, jiwa kepemimpinan dan kepeloporan ini mutlak diperlukan karena secara sadar atau tidak seseorang yang berwiraswasta telah menempatkan dirinya pada posisi pemimpin. Kedudukan tersebut mengharuskannya untuk selalu mampu mengambil keputusan yang menurut perhitungannya paling baik dan bijaksana. 

Tidak boleh ada keraguan atau kebimbangan karena jika itu terjadi maka keputusan yang diambil akan terlambat dan tidak efektif lagi. Dilain pihak, pengusaha yang tidak memiliki jiwa kepemimpinan akan condong mengikuti pendapat dari figur yang dominan terhadap dirinya, sehingga pengusaha tersebut biasanya sulit membawa perusahaannya kearah kemajuan yang berarti.

Pengusaha yang berpeluang maju secara mantap adalah pengusaha yang memiliki jiwa kepemimpinan secara menonjol. Ciri-cirinya biasanya keputusan dan sepak terjangnya sering
dianggap tidak lazim/tampil beda
dianggap tidak lazim/tampil beda

Pengertian Sikap mental

Sikap mental merupakan elemen paling dasar yang perlu dijamin untuk selalu dalam keadaan baik. Unsur ini yang menentukan apakah seseorang menjadi sosok yang tinggi budi ataukah seblikinya menjadi orang yang jahat dan culas. Itu sebabnya pembinaan sikap mental menjadi unsur terpenting dalam dunia kewirawastaan. Selain menghadirkan sifat-sifat baik alamiah seperti kejujuran dan ketulusan, sikap mental mencakup juga segi-segi positif dalam hal motivasi dan proaktivitas. 

Orang yang bersikap mental baik akan selalu bekerja rajin tanpa harus diperintah, dan konsisten tanpa harus diawasi. Mereka juga selalu berinisiatif melakukan hal-hal positif dan selalu mempunyai motivasi kuat serta semangat yang mengebu-gebu dalam mencapai cita-cita. 

Sikap mental juga amat menentukan keberhasilan seseorang. Harvard, sebuah intitusi di Amerika menyatakan bahwa keberhasilan orang-orang sukses di dunia ini, ternyata lebih banyak ditentukan oleh sikap mentalnya dibandingkan dengan peranan kemampuan teknis yang dimiliki. Dengan angka perbandingan adalah 85% sikap mental, 15 % kemampuan teknis. 

Akan tetapi ironisnya, komposisi materi pendidikan yang diterapkan disekolah-sekolah menunjukan perbandingan yang sebaliknya yaitu 90 % pelajaran teknis dan 10% sikap mental. Sehingga pantaslah kalau banyak didapati manusia yang berpikir negatif dibanding orang yang berpikir positif, antusias dan percaya diri. 





Pola Dasar Wirausaha


            Sosok wirausahawan yang ideal , menuntut nilai-nilai ke arah kualitas manusia yang semapan  mungkin. Kaitannya dengan perpolitikan, mungkin selaras dengan dambaan hadirnya Manusia Indonesia Seutuhnya. Maka dapat dikatakan  bahwa ilmu kewirausahaan/ kewiraswastaan adalah ilmu tentang penghidupan. Ilmu yang akan membukakan pengertian tentang bagaimana seharusnya  manusia meniti penghidupannya dan nilai-nilai apa yang diperlukan untuk mencapai cita-cita hidup yang hakiki.
            Untuk membina manusia menjadi makluk yang berguna, tidak cukup hanya memberikan kecerdasan, ketrampilan atau kepiawaian teknis saja. Prioritas mendasar adalah dengan  membangun  sikap mental yang baik terlebih dahulu. Sebab, seperti pepatah mengatakan, ilmu tanpa sikap mental menghasilkan kezaliman, sedangkan sikap mental tanpa ilmu adalah kelemahan. Dua aspek ini harus hadir salling isi mengisi, karena jika terjadi absen pada salah satunya, maka akan berdampak buruk.
Struktur prioritas kewiraswastaan terdiri dari 4 (empat) lapisan. Lapisan terdalam merupakan inti (core), sedangkan 3 lapisan berikutnya merupakan pendukung yang ideal untuk mencapai kesempurnaan prestasi. Struktur ini berlaku universal, tidak hanya bagi mereka yang berkarir dijalur wiraswasta. Para pejabat, karyawan, buruh, kaum-kaum profesional, dan siapapun seyogyanya memiliki pola dasar ini.
Struktur nilai kewiraswastaan dimaksud terdiri dari elemen-elemen :
  1. Sikap Mental (attitude)
  2. Kepemimpinan atau kepeloporan (leadership)
  3. Ketatalaksanaan (management)
  4. Keterampilan (skill)

Pemikiran kewirausahaan, kreativitas, inovasi dan kewirausahaan


      Kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru atau hubungan-hubungan baru antar unsur, data, variabel yang sudah ada sebelumnya Kemampuan untuk memecahkan suatu masalah dan memanfaatkan suatu peluang didasari oleh sifat kreativitas dari para pengelolanya, yaitu kemampuan untuk menciptakan gagasan baru dan menemukan cara baru dalam menyikapi masalah dan memanfaatkan peluang. Sedangkan inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan gagasan-gagasan baru atau pemecahan kreatif terhadapberbagai masalah dan dalam memanfaatkan peluang. Pengertian kreativitas dan inovasi secara singkat sering dianalaogkan : creativity – thinking new things, innovations = doing new things.
      Kreativitas tidak selalu dihasilkan dari sesuatu yang tidak ada sering sekali merupakan perbaikan dari sesuatu yang telah ada. Sering juga gagasan baru timbul secara kebetulan yang penting untuk dipahami mengapa kreativitas dan inovasi tersebut merupakan cirri-ciri yang melekat kepada wirausaha.
      Seperti kita ketahui wirausaha merupakan sumber pemikiran kreatif dan inovasi. Bagaimana alam pikiran seseorang wirausaha sehingga menjadi sumber kreativitas dan inovasi?

1.      Seorang wirausaha selalu mengimpikan gagasan baru.
2.      Selalu mencari peluang baru atau mencari cara baru menciptakan peluang baru.
3.      Selalu berorientasi kepada tindakan.
4.      Seorang pemimpi besar, meskipun mimpinya tidak selalu cepat direalisasikan.
5.      Tidak malu untuk memulai sesuatu, walau dari skala kecil.
6.      Tidak pernah memikirkan untuk menyerah, selalu mencoba lagi.
7.      Tidak pernah takut gagal.

      Ditinjau dari aspek kreativitas dan inovatif seorang wirausaha sering diidentifikasikan sebagai orang yang secara sistematis menerapkan kreativitas / gagasan baru. Ada yang berpendapat bahwa sifat kreativitas adalah sifat “bawaan” sehingga tidak dapat diajarkan kepada orang lain yang tidak mempunyai sifat bawaan tersebut. Akan tetapi, kebanyakan para ahli berpendapat bahwa pada dasarnya setiap orang adalah kreatif artinya setiap orang dilahirkan membawa potensi sifat-sifat kreativitas, akan tetapi orang menjadi tidak kreatif karena factor lingkungan dan kesalahan-kesalahan cara berpikir. Kesalahan cara berpikir yang merupakan belenggu mental untuk berpikir secara kreatif, antara lain :
a.       Selalu mempunyai jawaban yang benar, sehingga tidak pernah menganggap bahwa ada kemungkinan beberapa jawaban yang benar.
b.      Memfokuskan berpikir secara logis, tetapi jika terlalu memfokuskan kepada berpikir logis akan menghambat berpikir kreatif.
c.       Mentaati peraturan secara menyeluruh, sehingga mematikan prakarsa-prakarsa.
d.      Spesialisasi berlebihan, sehingga tidak mengetahui aspek lasin/bidang lain selain yang ditekuni.
e.       Takut dikatakan tidak kreatif atau bodoh, sehingga tidak berani mengemukakan pendapat.
f.       Takut berbuat salah dan gagal.
g.      Rasa rendah diri.

Arti Penting Wirausaha Dalam Pembangunan.

Wirausaha adalah seorang yang mandiri, yaitu orang yang memilki perusahaan sebagai sumber penghasilannya. Dengan perkataan lain ia tidak menggantungkan diri untuk penghasilannya kepada orang lain. Untuk mendirikan perusahaannya ia menghimpun sumber-sumber atau faktorproduksi dan menyusun organisasi perusahaan. Karena tindakan-tindakan itu mempunyai dampak pertama kepada dirinya sendiri, yaitu menciptakan lapangan kerja bagi diri dan penghasilan, kepada masyarakat dan pemerintah, yaitu menciptakan lapangan kerja bagi tenaga kerja yang lain serta penghasilan, mengerjakan sumber-sumber bahan baku yang belum digunakan sehingga menjadi bermanfaat bagi masyarakat, menciptakaan teknologi sehingga menambah akumulasi untuk untuk teknologiyang sudah ada dalam masyarakat, mendorong investasi di bidang-bidang lain, memperluas dasar oajak bagi pemerintah dan meningkatkan citra bagi suatu bangsa, sehingga secara keseluruhan mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. 

Pengertian Kewirausahaan


Kewirausahaan adalah proses kemanusiaan (human process) yang berkaitan dengan kreativitas dan inovasi dalam memahami peluang, mengorganisasi sumber-sumber, mengelola sehingga peluang itu terwujud menjadi suatu usaha yang mampu menghasilkan laba atau nilai untuk jangka waktu yang lama. Definisi tersebut menitikberatkan kepada aspek kreativitas dan inovasi, karena dengan sifat kreativitas dan inovatip seseorang dapat menemukan peluang.
Kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru atau hubungan-hubungan baru antar unsur, data, variabel yang sudah ada sebelumnya.

Ciri-ciri orang kreatif adalah :
a.    Mandiri.
b.   Terbuka terhadap yang baru.
c.    Percaya diri.
d.            Berani mengambil resiko.
e.    Melihat sesuatu dengan tidak biasa.
f.    Memiliki rasa ingin tahu yang besar.
g.   Dapat menerima perbedaan.
h.   Objektif dalam berpikir dan bertindak.

Terdapat beberapa contoh-contoh kreativitas, yaitu :
a.    Kreativitas ide
b.   Kreativitas material
c.    Kreativitas spontan
d.            Kreativitas kejadian
e.    Kreativitas organisasi
f.    Kreativitas hubungan
g.   Kreativitas dari hati.

Kegiatan yang bersifat kewirausahaan misalnya :
a.    Menghasilkan produk baru dengan cara baru pula.
b.   Menemukan peluang pasar baru dengan menghasilkan produk baru pula.
c.    Mengkombinasikan faktor-faktor produksi dengan cara baru.
d.            Mendukung budaya yang mendorong eksperimen yang kreatif.
e.    Mendorong perilaku eksperimen dll.

Terdapat beberapa karakteristik dalam pola dasar kewirausahaan, diantaranya :
1.   Sikap mental.
2.   Kepemimpinan.
3.   Tata laksana.
4.      Keterampilan.


PUSAT PENGAJIAN SAINS SEKITARAN DAN SUMBER ALAM



PUSAT PENGAJIAN SAINS SEKITARAN DAN SUMBER ALAM 

Pengenalan 

Malaysia merupakan salah sebuah negara bertuah yang memiliki khazanah sumber alam dan kepelbagaian biologi semulajadi yang terkaya di dunia. Penerokaan sumber ini perlu dimanfaatkan untuk kepentingan sosioekonomi dan pembangunan negara secara mapan. Menyedari hakikat ini, Pusat Pengajian Sains Sekitaran dan Sumber Alam menawarkan bidang kursus dan kajian yang menekankan penerapan asas keilmuan yang menggabungkan bidang-bidang utama sains sekitaran, geologi, biologi dan sains laut. Para pelajar didedahkan kepada pendekatan menyeluruh dan bersepadu gabungan bidang-bidang ilmu yang luas dan berbeza seperti sumber dan hasil bumi, semua jenis tumbuhan dan haiwan yang terdapat di dalam litosfera, biosfera, hidrosfera dan atmosfera. Tujahan utama adalah berhubung konsep saling-hubungan komponen penting dalam alam sekitar yang merangkumi spektrum luas pelbagai jenis ekosistem yang terdapat sebagai warisan negara dan aspek-aspek penting pengurusannya yang mengutamakan konsep pembangunan sejagat dan mesra alam dalam menangani cabaran kehidupan masa kini dan menjamin kesejahteraan generasi akan datang. 


Objektif 

• Mempunyai pengetahuan dan kemahiran terkini dalam bidang sains sekitaran dan sumber alam yang dipilih. 
• Memahami dan mampu menggunakan kaedah dan pendekatan sains. 
• Berkeupayaan mengintegrasi pengetahuan dan kemahiran dalam bidang yang dipilih ke dalam bidang sains yang lain. 
• Mampu mengaplikasi pengetahuan dan kemahiran yang diperoleh dalam penerokaan dan pengurusan alam sekitar secara mapan. 
• Berkeupayaan berfikir secara kritikal, kreatif dan inovatif. 
• Mampu berkomunikasi, berkeupayaan dalam penulisan saintifik dan aplikasi teknologi maklumat. 
• Memahami dan mampu menyelesaikan masalah kontemporari yang dihadapi oleh masyarakat dan alam sekitar. 


Program Pengajian 
Pusat Pengajian Sains Sekitaran dan Sumber Alam menawarkan program berikut: 
• Program Biologi 
• Program Geologi 
• Program Sains Laut 
• Program Sains Sekitaran